September 30, 2026

Wiwiek Hargono Soroti Inovasi Warga Bekasi Barat, Limbah Diolah Jadi Energi hingga Produk Bernilai Ekonomi

0
img_6ab488d8ec9071.18967962

KOTA BEKASI — Kreativitas warga dalam memanfaatkan lahan terbatas dan mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi menjadi perhatian dalam kunjungan lapangan Lomba Anugerah Gapura Sri Baduga di Kecamatan Bekasi Barat.

Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi, tim penilai, serta perwakilan Dinas Tata Pemerintahan meninjau langsung sejumlah program pemberdayaan masyarakat dalam rangka verifikasi lapangan.

Salah satu inovasi yang ditinjau adalah pemanfaatan ruang kosong untuk kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT). Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman sebagai bagian dari upaya penghijauan sekaligus mendukung ketahanan pangan lingkungan.

Tim penilai juga melihat pengolahan limbah organik menjadi eco-enzyme. Produk hasil pengolahan tersebut dikembangkan menjadi sabun, kerajinan, lotion, parfum, hingga bahan pendukung bantal terapi.

Inovasi bernilai ekonomi lainnya terlihat dari budidaya ikan nila yang dijalankan warga di sekitar rumah. Budidaya tersebut menghasilkan sekitar 15 kilogram ikan setiap bulan dan dipasarkan kepada masyarakat sekitar.

Pemanfaatan limbah juga diterapkan pada industri tempe. Melalui kerja sama dengan Universitas Pertamina, limbah cair produksi tempe diolah menjadi gas yang dapat digunakan sebagai sumber energi. Saat ini, energi tersebut telah dimanfaatkan sekitar empat kepala keluarga.

Sisa hasil pengolahannya turut dimanfaatkan sebagai pupuk cair untuk kegiatan perkebunan. Warga juga mengembangkan budidaya ikan lele dengan hasil panen mencapai sekitar 50 kilogram.

Wiwiek mengapresiasi kemampuan warga mengubah material yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi produk yang bermanfaat.

“Yang kami lihat bukan hanya bagaimana masyarakat memanfaatkan ruang yang ada, tetapi juga bagaimana limbah dan barang yang sudah tidak terpakai dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Wiwiek.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan dan peningkatan ekonomi apabila dilakukan secara kreatif dan berkelanjutan.

Ia berharap berbagai inovasi tersebut tidak berhenti setelah perlombaan selesai, tetapi terus dikembangkan menjadi kebiasaan dan kegiatan produktif di tengah masyarakat.

Verifikasi lapangan Anugerah Gapura Sri Baduga sekaligus menjadi sarana melihat keberlanjutan program serta potensi pengembangan inovasi berbasis lingkungan, sosial, dan ekonomi di tingkat masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *