September 12, 2026

Tri Adhianto Pantau PJJ di Sekolah, Pemkot Bekasi Utamakan Keselamatan Siswa

0
img_6aa0cb80493187.93129797

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mulai menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama sebagai langkah antisipatif menyikapi kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kebijakan tersebut diberlakukan selama dua hari, Selasa hingga Rabu, 8–9 September 2026. Pemerintah daerah selanjutnya akan mengevaluasi perkembangan situasi sebelum menentukan kebijakan pembelajaran berikutnya.

Untuk memastikan PJJ berjalan sesuai rencana, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau SMP Negeri 14 Kota Bekasi dan SD Negeri 6 Bintara pada Selasa (8/9/2026). Peninjauan dilakukan guna melihat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sekaligus memeriksa kondisi lingkungan sekolah.

Selama PJJ, siswa mengikuti pembelajaran dari rumah melalui Zoom Meeting. Para guru tetap menyampaikan materi dan memberikan pendampingan secara daring sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Pola tersebut serupa dengan sistem pembelajaran yang diterapkan ketika pandemi Covid-19. Meski tidak berlangsung secara tatap muka, sekolah tetap dituntut menjaga efektivitas serta kualitas kegiatan belajar mengajar.

Tri mengatakan, pemerintah ingin memastikan perubahan pola pembelajaran tidak mengurangi hak siswa dalam memperoleh pendidikan.

“Kami ingin memastikan bahwa meskipun pembelajaran dilakukan dari rumah, proses belajar tetap berjalan dengan baik. Guru tetap memberikan materi dan pendampingan, sementara anak-anak juga harus tetap mengikuti pembelajaran dengan disiplin,” ujar Tri.

Menurut dia, penerapan PJJ merupakan bentuk kehati-hatian Pemerintah Kota Bekasi dalam merespons kondisi lingkungan yang dipengaruhi erupsi Gunung Anak Krakatau. Pemantauan akan terus dilakukan sebagai dasar untuk menetapkan langkah lanjutan.

“Kita akan terus melihat dan mengevaluasi kondisi di lapangan. Yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak, tetapi pendidikan juga harus tetap berjalan. Mudah-mudahan kondisi erupsi segera membaik sehingga aktivitas sekolah dapat kembali normal,” katanya.

Tri turut meminta guru, siswa, dan orang tua menjaga koordinasi selama PJJ berlangsung. Orang tua diharapkan mendampingi anak serta memastikan mereka mengikuti pembelajaran sesuai jadwal.

Pemerintah Kota Bekasi akan menjadikan hasil evaluasi selama dua hari tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan apakah kegiatan belajar dapat kembali dilakukan di sekolah atau PJJ perlu dilanjutkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *