July 23, 2026

Sudaryono Fokus Benahi Tata Kelola BGN agar Program MBG Lebih Transparan

0
01KY693AC05QY9779TJ8W8T237

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pembenahan tata kelola menjadi prioritas utama setelah dirinya dipercaya memimpin lembaga tersebut. Ia menyebut perbaikan sistem diperlukan agar BGN dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan sesuai aturan.

Hal itu disampaikan Sudaryono usai memimpin rapat perdana bersama jajaran BGN di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan dalam tata kelola internal BGN yang harus segera diselesaikan.

Menurut Sudaryono, persoalan tersebut mencakup adanya dugaan penyelewengan, pelanggaran hukum, hingga praktik yang dinilai belum berjalan secara transparan.

“Yang pertama, kita sadar dan mengakui bahwa ada masalah dalam tata kelola kita. Ada penyelewengan, ada pelanggaran hukum bahkan, dan juga ada hal-hal lain seperti ketidaktransparanan yang selama ini ada,” ujar Sudaryono.

Ia menegaskan tidak akan menghindari berbagai persoalan tersebut. Sebaliknya, seluruh jajaran BGN diminta berani menghadapi dan mencari solusi agar lembaga tersebut dapat menjalankan tugas secara lebih baik.

Sudaryono menyatakan pembenahan akan diarahkan pada pembangunan sistem kerja yang kuat, sehingga keputusan tidak lagi bergantung pada individu tertentu, melainkan berdasarkan aturan dan mekanisme kelembagaan.

“Yang tadinya gelap harus menjadi terang, yang tadinya tidak transparan harus transparan. Yang tadinya manual dan tergantung pada person-person, tidak boleh lagi. Harus berbasis sistem,” katanya.

Ia menjelaskan, ke depan seluruh proses di BGN harus mengacu pada petunjuk pelaksanaan (juklak), petunjuk teknis (juknis), serta sistem yang telah dibangun secara institusional.

Menurutnya, perubahan tata kelola tidak dapat dilakukan secara instan. Karena itu, ia membuka ruang bagi berbagai pihak, termasuk masyarakat dan media, untuk memberikan masukan demi memperkuat kinerja BGN.

“Saya mohon doa dan dukungan. Ini tidak bisa overnight kemudian besok selesai semua. Saya bersama tim siap mendengar masukan dari mana pun, termasuk dari awak media,” ujarnya.

Meski tengah melakukan pembenahan internal, Sudaryono memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Ia menyebut kritik terhadap pelaksanaan program merupakan bagian dari evaluasi, namun penghentian program bukan menjadi pilihan.

Menurutnya, MBG merupakan program yang menjadi komitmen Presiden Prabowo Subianto sejak masa kampanye hingga terpilih sebagai Presiden.

“Makan Bergizi adalah tender politiknya Presiden Prabowo. Direncanakan jauh-jauh hari, disampaikan saat kampanye, dan kemudian beliau terpilih menjadi Presiden,” kata Sudaryono.

Karena itu, fokus BGN saat ini adalah memperbaiki tata kelola agar pelaksanaan MBG semakin berkualitas, sekaligus memastikan manfaat program dapat dirasakan masyarakat.

Ia menambahkan, MBG ditujukan untuk menyediakan makanan bergizi dan aman bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok lanjut usia. Selain itu, program tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi, khususnya bagi masyarakat di tingkat desa.

Sudaryono juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan MBG di lapangan, termasuk terkait pengelolaan dapur penyedia makanan.

“Kalau ada dapur yang tidak benar, segera laporkan. Kita langsung investigasi. Kita ingin menegakkan yang benar,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar kritik terhadap MBG tetap disampaikan berdasarkan fakta dan tidak bercampur dengan informasi palsu maupun fitnah. Menurutnya, evaluasi yang berbasis data justru dibutuhkan untuk memperbaiki program pemerintah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *