August 28, 2026

PSEL Bantargebang Dibangun, Tri Dorong Transformasi Menuju Kawasan Industri Hijau

0
img_6a8e9c13f06296.46466542

KOTA BEKASI – Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Bekasi untuk mengubah pola pengelolaan sampah sekaligus mendorong transformasi kawasan tersebut menjadi pusat inovasi lingkungan.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, groundbreaking PSEL tidak hanya menandai dimulainya pembangunan fasilitas pengolahan sampah berteknologi modern. Proyek tersebut juga diharapkan menjadi titik awal perubahan wajah Bantargebang yang selama ini identik dengan kawasan pembuangan sampah.

“Bantargebang sudah lama menjadi tempat sampah. Hari ini kita mulai menjadikannya tempat lahirnya energi. Harapan ke depan, Bantargebang ini akan menjadi pusat inovasi lingkungan dan kawasan industri hijau yang tentunya membawa peningkatan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Tri.

PSEL Bantargebang dirancang memiliki kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton sampah per hari. Kapasitas tersebut diharapkan mampu mengurangi secara signifikan beban pengelolaan sampah Kota Bekasi.

Meski demikian, Tri mengingatkan kehadiran PSEL tidak serta-merta menuntaskan persoalan persampahan. Dengan produksi sampah Kota Bekasi sekitar 1.800 ton per hari, masih terdapat sekitar 300 ton sampah yang harus ditangani melalui pengurangan dan pengelolaan dari sumbernya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting. Rumah tangga, sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan hingga pelaku usaha perlu membiasakan pengurangan serta pemilahan sampah organik dan anorganik.

“Teknologi saja tidak cukup. Sebagus apa pun teknologinya, pengelolaan sampah tidak akan berhasil tanpa kesadaran masyarakat,” katanya.

Tri berharap pembangunan PSEL menjadi momentum membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Selain menghasilkan energi, transformasi Bantargebang menuju kawasan industri hijau diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Menurut Tri, target tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat agar Bantargebang secara bertahap berubah dari kawasan yang identik dengan sampah menjadi pusat pengolahan energi dan inovasi lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *