September 30, 2026

Bekasi Dorong Inovasi Pangan Lokal untuk Perkuat Gizi Balita dan Keluarga

0
img_6aba0c656b22e2.86007398

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai salah satu strategi memperkuat pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi balita dan keluarga. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, inovasi menu, hingga peningkatan konsumsi bahan pangan segar yang mudah diperoleh masyarakat.

Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui Lomba Cipta Menu Berdaya Lokal bertema “Menu Emas Harga Pas untuk Balita Sehat: Kreasi Menu B25A Berbasis Ubi dan Protein Nabati” yang digelar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi menekankan, peningkatan konsumsi protein menjadi salah satu hal penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, pemenuhan gizi tidak hanya ditentukan jumlah makanan, tetapi juga kualitas serta keseimbangan nutrisi di dalamnya.

“Konsumsi protein harus terus ditingkatkan. Kita perlu membangun kesadaran bahwa makanan bergizi tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah didapat, masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bekasi juga terus mendorong diversifikasi pangan. Salah satunya melalui pengembangan tanaman sukun sebagai sumber karbohidrat alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan berbasis terigu.

Selain pola makan, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga aktivitas fisik. Perubahan gaya hidup, tingginya konsumsi makanan cepat saji, penggunaan gadget berlebihan, serta kurangnya aktivitas dinilai perlu mendapat perhatian.

Menurut Wali Kota, masyarakat perlu kembali mengenal makanan tradisional yang menggunakan bahan segar dan memiliki komposisi gizi beragam. Kuliner daerah seperti tahu campur menjadi salah satu contoh makanan yang memadukan sumber protein nabati dengan bahan pangan lainnya.

Pemkot Bekasi memastikan program pemenuhan gizi akan dijalankan secara terintegrasi, mulai dari edukasi, ketersediaan pangan hingga pengawasan kualitas makanan.

Dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengawasan berkelanjutan juga dinilai penting agar menu yang diberikan tetap memenuhi standar gizi. Hasil kreasi masyarakat dalam lomba menu diharapkan dapat dikembangkan dan dipublikasikan sebagai inspirasi makanan sehat, terjangkau, dan berbasis potensi lokal.

Upaya memperkuat konsumsi pangan segar juga akan dilanjutkan melalui program Gebrak Pasar atau Gerakan Kembali ke Pasar pada Jumat mendatang. Program tersebut ditujukan untuk mendorong masyarakat berbelanja bahan pangan segar sekaligus memperkuat keberadaan pasar rakyat di Kota Bekasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *