Tri Adhianto Dorong Mahasiswa Kuasai AI dan Bangun Kompetensi di Luar Gelar Akademik
KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendorong generasi muda untuk membekali diri dengan keterampilan, kemampuan kepemimpinan, jejaring, serta penguasaan teknologi sebagai modal menghadapi perkembangan dunia kerja.
Pesan tersebut disampaikan Tri saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional STIE Arlindo bertema “Beyond the Degree: Membangun Skill, Leadership, dan Networking untuk Kesuksesan Generasi Muda” di STIE Arlindo, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna.
Di hadapan mahasiswa dan calon mahasiswa, Tri menekankan bahwa pendidikan tinggi tidak semestinya hanya diarahkan untuk memperoleh gelar akademik. Masa perkuliahan juga perlu dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, kreativitas, serta kepekaan terhadap perubahan zaman.
Perkembangan teknologi digital menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Tri mencontohkan media sosial yang kini tidak hanya berfungsi sebagai ruang komunikasi, tetapi juga menjadi saluran masyarakat dalam menyampaikan informasi, kritik, dan aspirasi kepada pemerintah.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menunjukkan besarnya peran teknologi dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, mahasiswa didorong tidak sebatas menjadi pengguna media sosial, melainkan memanfaatkannya untuk membangun personal branding, memperluas jaringan, menyampaikan gagasan, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat.
Selain media sosial, Tri menilai penguasaan Artificial Intelligence (AI) menjadi kompetensi yang semakin penting. Teknologi AI perlu dipelajari dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan serta produktivitas, bukan sekadar dipandang sebagai teknologi yang akan menggantikan peran manusia.
Menurut Tri, daya saing generasi mendatang akan sangat dipengaruhi kemampuan beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menciptakan peluang baru.
Ia berharap mahasiswa STIE Arlindo berani mencoba berbagai hal, terus meningkatkan kapasitas diri, serta tidak berhenti pada pencapaian akademik. Gelar pendidikan tetap menjadi modal penting, tetapi keberhasilan juga ditentukan oleh kombinasi keterampilan, kepemimpinan, jejaring, kreativitas, dan kemampuan mengikuti perubahan.
