September 15, 2026

SLB Patriot Pelajari Model Pendidikan Berbasis Kemandirian di Bantul

0
img_6aa75af1dd5b74.55561892

YOGYAKARTA – Penguatan keterampilan dan kemandirian peserta didik menjadi fokus kunjungan Pembina SLB Patriot Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, ke SLB Negeri 1 Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Studi tiru tersebut diikuti Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Chondro Wibowo serta para guru SLB Patriot. Rombongan mempelajari secara langsung sistem pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus yang memadukan pendidikan akademik, pengembangan kemampuan fungsional, keterampilan praktis, dan pengalaman kerja.

SLB Negeri 1 Bantul memberikan layanan pendidikan mulai dari TKLB, SDLB, SMPLB hingga SMALB. Proses pembelajarannya dirancang berdasarkan kondisi, kemampuan, potensi, dan kebutuhan setiap peserta didik.

Selain mengikuti pembelajaran akademik, para siswa memperoleh program khusus yang mencakup orientasi, mobilitas, sosial dan komunikasi, pengembangan diri dan gerak, serta keterampilan untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Pengembangan keterampilan dilakukan melalui berbagai bidang, antara lain tata boga, kriya kayu, tata busana, teknologi informasi, pertanian, desain grafis, membatik, jasa cuci sepeda motor, dan pembuatan suvenir. Program tersebut diarahkan untuk membekali siswa agar mampu berkarya, bekerja, maupun mengembangkan usaha sesuai kemampuannya.

Sekolah juga membangun kerja sama dengan sejumlah pihak untuk membuka akses pengalaman kerja bagi peserta didik. Sejumlah siswa dan lulusan telah bekerja mandiri dalam bidang kerajinan maupun memperoleh kesempatan bekerja di perusahaan seperti Honda dan Alfamart.

Wiwiek mengatakan, pendekatan tersebut dapat menjadi referensi bagi pengembangan layanan pendidikan di SLB Patriot Kota Bekasi.

“Kami datang ke SLB Negeri 1 Bantul untuk belajar dan melihat secara langsung praktik-praktik baik yang sudah dilakukan. Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana anak-anak diberikan ruang untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kemampuannya masing-masing,” ujar Wiwiek.

Menurutnya, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Sekolah juga harus memberikan bekal yang dapat digunakan peserta didik setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kita ingin mereka memiliki kepercayaan diri, mampu berkarya, bahkan kalau memungkinkan bisa memiliki pekerjaan atau usaha sesuai dengan kemampuan mereka,” katanya.

Hasil studi tiru tersebut selanjutnya akan dipelajari dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik SLB Patriot. Kunjungan ini diharapkan memperkuat program keterampilan, pembentukan karakter, serta persiapan siswa agar semakin mandiri dan mampu berperan di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *