October 13, 2026

BCFM 2026 Bukukan Transaksi Rp334,9 Juta, Industri Fesyen Lokal Kota Bekasi Tunjukkan Potensi Ekonomi

0
AWS04659

KOTA BEKASI – Bekasi City Fashion Movement (BCFM) 2026 mencatat nilai transaksi dan pendapatan sementara sebesar Rp334.956.923 selama dua hari pertama penyelenggaraan. Capaian tersebut memperlihatkan potensi industri fesyen lokal dalam mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi kreatif di Kota Bekasi.

Angka tersebut diperoleh berdasarkan rekapitulasi transaksi pada 9–10 Oktober 2026. Sementara itu, kegiatan BCFM berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Oktober 2026, di Pakuwon Mall Bekasi.

Diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bekasi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi, BCFM menjadi sarana promosi karya desainer lokal, produk kerajinan, serta berbagai usaha kreatif yang berkembang di masyarakat.

Tahun ini, BCFM mengusung tema “Langkah Berani Warisan Lokal di Panggung Juara” dengan semangat Sporty and Dynamic – Road to PORPROV 2026.

Tema tersebut menghubungkan pengembangan industri kreatif dengan persiapan Kota Bekasi menyambut Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026 pada November mendatang.

Selama penyelenggaraan, berbagai kegiatan digelar dengan melibatkan desainer, perajin, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas kreatif, serta unsur pemerintah dan dunia usaha.

Rangkaian kegiatan mencakup peragaan busana desainer lokal, penampilan pengurus Dekranasda bersama atlet PORPROV, fashion show perangkat daerah dan badan usaha milik daerah (BUMD), hingga peragaan busana inklusif yang melibatkan penyandang disabilitas.

Selain itu, pengunjung disuguhi bazar produk kreatif, pertunjukan seni budaya, hiburan musik, kegiatan keterampilan, serta diskusi mengenai pengembangan industri kreatif.

Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, menilai kegiatan tersebut perlu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha, bukan hanya menjadi ruang pertunjukan karya.

“BCFM bukan hanya tentang menampilkan karya di atas panggung, tetapi bagaimana kreativitas mampu membuka peluang usaha dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Wiwiek menyampaikan bahwa capaian transaksi tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan dukungan terhadap para desainer, perajin, dan pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Nilai transaksi sebesar Rp334,9 juta masih bersifat sementara karena belum mencakup seluruh periode penyelenggaraan. Rekapitulasi akhir akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai perputaran ekonomi selama BCFM 2026.

Melalui kegiatan ini, Dekranasda Kota Bekasi berharap industri fesyen dan kerajinan lokal semakin berkembang, memiliki daya saing, serta mampu memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap perekonomian daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *