September 5, 2026

Wiwiek Hargono Buka Pelatihan Metode Yatsir, Siapkan Kader Pembelajaran Al-Qur’an

0
img_6a969457c805a0.48690786

KOTA BEKASI — Ketua TP PKK Kota Bekasi sekaligus Ketua Majelis Taklim Nurul Fathia, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, membuka Pelatihan Terjemah Al-Qur’an Metode Yatsir di Masjid Agung Al Barkah, Selasa (1/9/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, 1–4 September 2026, tersebut diikuti anggota Pokja I TP PKK Kota Bekasi dan perwakilan dari seluruh kecamatan. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami terjemah Al-Qur’an sekaligus menyiapkan kader yang dapat menyebarluaskan metode Yatsir di wilayah masing-masing.

Dalam sambutannya, Wiwiek menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh melalui pelatihan tidak seharusnya berhenti pada peserta. Pengetahuan tersebut perlu diamalkan dan diteruskan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

“Kita belajar bukan hanya untuk diri kita sendiri. Ketika Allah memberikan kita kesempatan untuk mendapatkan ilmu, maka ada tanggung jawab di dalamnya untuk mengamalkan dan menyebarkan ilmu tersebut,” ujar Wiwiek.

Menurutnya, tanggung jawab tersebut menjadi semakin penting karena materi yang dipelajari berkaitan dengan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan umat Islam dan bagian dari warisan Rasulullah SAW.

Sebagai tindak lanjut, TP PKK Kota Bekasi dan Majelis Taklim Nurul Fathia berencana menggelar safari pembelajaran ke seluruh kecamatan. Peserta pelatihan diharapkan menjadi penggerak dalam mengenalkan metode Yatsir kepada kelompok-kelompok masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Insyaallah, setelah pelatihan ini akan kita lanjutkan dengan safari ke seluruh kecamatan. Jadi, ilmu yang didapat di sini tidak berhenti hanya kepada peserta, tetapi bisa terus disampaikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Melalui pelatihan dan safari tersebut, jangkauan pembelajaran terjemah Al-Qur’an diharapkan semakin luas. Masyarakat tidak hanya didorong untuk mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami kandungan serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.KOTA BEKASI — Ketua TP PKK Kota Bekasi sekaligus Ketua Majelis Taklim Nurul Fathia, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, membuka Pelatihan Terjemah Al-Qur’an Metode Yatsir di Masjid Agung Al Barkah, Selasa (1/9/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, 1–4 September 2026, tersebut diikuti anggota Pokja I TP PKK Kota Bekasi dan perwakilan dari seluruh kecamatan. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami terjemah Al-Qur’an sekaligus menyiapkan kader yang dapat menyebarluaskan metode Yatsir di wilayah masing-masing.

Dalam sambutannya, Wiwiek menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh melalui pelatihan tidak seharusnya berhenti pada peserta. Pengetahuan tersebut perlu diamalkan dan diteruskan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

“Kita belajar bukan hanya untuk diri kita sendiri. Ketika Allah memberikan kita kesempatan untuk mendapatkan ilmu, maka ada tanggung jawab di dalamnya untuk mengamalkan dan menyebarkan ilmu tersebut,” ujar Wiwiek.

Menurutnya, tanggung jawab tersebut menjadi semakin penting karena materi yang dipelajari berkaitan dengan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan umat Islam dan bagian dari warisan Rasulullah SAW.

Sebagai tindak lanjut, TP PKK Kota Bekasi dan Majelis Taklim Nurul Fathia berencana menggelar safari pembelajaran ke seluruh kecamatan. Peserta pelatihan diharapkan menjadi penggerak dalam mengenalkan metode Yatsir kepada kelompok-kelompok masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Insyaallah, setelah pelatihan ini akan kita lanjutkan dengan safari ke seluruh kecamatan. Jadi, ilmu yang didapat di sini tidak berhenti hanya kepada peserta, tetapi bisa terus disampaikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Melalui pelatihan dan safari tersebut, jangkauan pembelajaran terjemah Al-Qur’an diharapkan semakin luas. Masyarakat tidak hanya didorong untuk mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami kandungan serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *