July 25, 2026

Nicholas Armanto, Kebanggaan Kota Bekasi yang Terus Berjuang Cetak Prestasi dan Regenerasi Atlet Taekwondo

0
nich arm

KOTA BEKASI – Kota Bekasi kembali memiliki sosok inspiratif di dunia olahraga. Atlet taekwondo Nicholas Armanto tidak hanya sukses mengharumkan nama daerah melalui berbagai prestasi nasional dan internasional, tetapi juga mulai mengambil peran penting dalam membina atlet-atlet muda sebagai investasi prestasi Kota Bekasi di masa depan.

Di usia 26 tahun, Nicholas telah menjadi salah satu atlet andalan Kota Bekasi sekaligus Jawa Barat. Berbagai medali berhasil diraihnya melalui perjalanan panjang yang dibangun dengan disiplin, kerja keras, dan konsistensi dalam menjalani latihan.

Lahir dan besar di Kota Bekasi, Nicholas mengenal taekwondo sejak usia dini berkat dorongan sang ayah. Ketekunannya semakin tumbuh setelah menyaksikan atlet Indonesia Basuki Nugroho meraih medali emas pada SEA Games 2011 yang berlangsung di Indonesia.

“Momen itu membuat saya semakin yakin untuk serius menekuni taekwondo. Saya banyak belajar dari semangat beliau,” ujar Nicholas saat diwawancarai jurnalis BEKASI NOW di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, 23 Juli 2026.

Bersama Dojang Global Star Kota Bekasi dan di bawah bimbingan pelatih Muhammad Rizki, Nicholas terus berkembang menjadi atlet berprestasi.

Ia menjadi bagian dari kontingen Jawa Barat yang meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Di level internasional, Nicholas juga memperkuat Indonesia dengan meraih medali perak pada SEA Games Vietnam 2021 serta kembali meraih medali perak di SEA Games Kamboja 2023.

Prestasi lainnya ditorehkan melalui raihan medali emas pada 16th ASEAN Taekwondo Championship 2023 di Filipina pada nomor U-87 kilogram. Capaian tersebut menegaskan kapasitas Nicholas sebagai atlet Kota Bekasi yang mampu bersaing di level internasional.

Di balik sederet prestasi itu, Nicholas menyimpan perjuangan yang tidak banyak diketahui publik. Ia memiliki perbedaan panjang kaki kiri dan kanan sekitar dua sentimeter yang memengaruhi keseimbangan tubuh saat bertanding.

Dalam cabang olahraga yang menuntut kecepatan, keseimbangan, dan akurasi tendangan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri. Namun Nicholas memilih menjadikannya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.

Pengalaman itulah yang kini ia bagikan kepada para atlet muda Kota Bekasi. Saat dipercaya KONI Kota Bekasi menjadi pelatih tim taekwondo untuk menghadapi Porprov XV Jawa Barat 2026, Nicholas tidak hanya mengajarkan teknik bertanding, tetapi juga membangun mental juang para atlet.

“Kedisiplinan adalah kunci utama keberhasilan,” tegasnya.

Menurut Nicholas, keberhasilan tidak datang secara instan. Atlet harus mampu memanfaatkan setiap kesempatan dengan memberikan kemampuan terbaik, baik saat latihan maupun pertandingan.

“Jangan patah semangat jika tujuan belum tercapai, karena masih banyak kesempatan yang akan datang. Kesempatan tidak bisa diprediksi, maka selalu maksimal agar kesempatan yang datang tidak menjadi sia-sia,” pesannya.

Selain membina atlet Kota Bekasi, Nicholas tetap aktif menjalani karier sebagai atlet. Ia dijadwalkan tampil pada 8th Asian Taekwondo, Indonesia Open Championship 2026 yang berlangsung pada 1–5 Agustus di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Bagi Nicholas, mengharumkan nama Kota Bekasi tidak berhenti dengan meraih medali. Ia ingin turut menciptakan regenerasi atlet yang mampu membawa Kota Bekasi terus berprestasi di tingkat Jawa Barat, nasional, hingga internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *