July 17, 2026

Raker Sahabat MUI Jadi Ajang Perkuat Sinergi Dukung Pembangunan Kota Bekasi

0
img_6a588b7c8897b0.21823361

KOTA BEKASI – Rapat Kerja (Raker) Sahabat MUI yang digelar di Asrama Haji Kota Bekasi menjadi momentum memperkuat ukhuwah sekaligus menyusun program kerja yang lebih terarah dalam mendukung pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai langkah nyata melalui sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam menghadapi sejumlah tantangan sosial dan pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian bersama, mulai dari isu sosial, pendidikan, hingga penguatan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan yang kondusif.

Tri menyoroti masih adanya persoalan sosial seperti praktik perjudian yang disebut marak di sejumlah wilayah, termasuk Bekasi Utara. Selain itu, ia juga menyinggung fenomena LGBT yang menurutnya membutuhkan pendekatan pembinaan dan komunikasi dengan masyarakat.

Menurut Tri, penyelesaian berbagai persoalan sosial tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk Sahabat MUI.

β€œIni bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama. Sahabat MUI memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Bekasi yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar Tri.

Ia menegaskan pentingnya menjaga kekompakan antarkomponen masyarakat Kota Bekasi. Menurutnya, kolaborasi dan semangat gotong royong menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan secara bertahap.

Di sektor pendidikan, Tri mengungkapkan Kota Bekasi masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan ruang belajar. Saat ini, satu kelas masih dapat diisi sekitar 40 siswa. Selain itu, kebutuhan tenaga pendidik juga masih cukup besar.

Di sisi lain, sejumlah sekolah swasta memiliki ketersediaan tenaga pengajar yang memadai namun menghadapi persoalan jumlah peserta didik. Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi mendorong adanya keseimbangan dan kerja sama antara sekolah negeri dan swasta agar layanan pendidikan dapat berjalan optimal.

Pemkot Bekasi juga terus mengembangkan konsep pendidikan sepanjang hayat melalui program Sekolah Lansia dengan jenjang pembelajaran S1, S2, hingga S3. Program tersebut ditujukan agar masyarakat lanjut usia tetap aktif, produktif, dan memiliki ruang untuk terus belajar.

Selain itu, Tri menyampaikan rencana pembangunan 12 sekolah khusus disabilitas di Kota Bekasi. Rencana tersebut telah dibahas bersama DPRD Kota Bekasi sebagai upaya memperluas akses pendidikan inklusif bagi seluruh warga.

Melalui kolaborasi pemerintah, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen warga, Pemerintah Kota Bekasi berharap berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *