July 14, 2026

Hari Pertama Sekolah, Tri Adhianto Pastikan MPLS Ramah di Kota Bekasi Berjalan Aman dan Humanis

0
img_6a55a7cebdcf78.39663264

KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung pelaksanaan hari pertama masuk sekolah di SMP Negeri 12 Kota Bekasi, Senin (13/7/2026), untuk memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah berlangsung sesuai prinsip pendidikan yang aman, nyaman, dan berorientasi pada perlindungan anak.

Dalam kunjungan tersebut, Tri Adhianto didampingi Camat Bekasi Selatan, Lurah Pekayon Jaya, Kepala SMPN 12 Kota Bekasi, serta jajaran guru. Kehadirannya disambut antusias oleh para peserta didik baru yang memulai jenjang pendidikan di sekolah menengah pertama.

Pada kesempatan itu, Wali Kota menyempatkan diri berdialog dengan siswa maupun orang tua yang mengantar anak-anak mereka pada hari pertama sekolah. Menurutnya, kehadiran orang tua memberikan dukungan moral yang penting bagi anak untuk membangun rasa percaya diri saat memasuki lingkungan belajar yang baru.

Sebagai bentuk dukungan terhadap momen tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan kebijakan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah untuk mengantarkan anak mereka pada hari pertama sekolah. Langkah itu dinilai sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap tumbuh kembang anak sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih positif sejak awal.

Selain memantau proses penyambutan siswa, Tri Adhianto memastikan seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan sesuai prinsip ramah anak. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik perundungan, kekerasan, maupun tindakan diskriminatif selama kegiatan berlangsung.

“Hari pertama sekolah adalah momen yang akan selalu diingat oleh setiap anak. Karena itu, kita harus memastikan mereka disambut dengan penuh kehangatan, rasa aman, dan semangat, sehingga tumbuh rasa percaya diri untuk mengikuti proses belajar di sekolah,” ujar Tri Adhianto.

Ia juga mengapresiasi kesiapan seluruh tenaga pendidik SMPN 12 Kota Bekasi dalam menyelenggarakan MPLS Ramah. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, kedisiplinan, serta budaya saling menghormati di lingkungan pendidikan.

Tri menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak semata ditentukan oleh kualitas pembelajaran di ruang kelas, melainkan juga oleh terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Karena itu, sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah harus terus diperkuat.

“MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan sekolah, tetapi menjadi langkah awal membangun karakter generasi muda. Saya berharap seluruh sekolah di Kota Bekasi menghadirkan suasana belajar yang ramah, inklusif, bebas dari perundungan, dan mampu menumbuhkan semangat belajar bagi setiap peserta didik,” katanya.

Melalui peninjauan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang berkualitas, humanis, dan berorientasi pada pembentukan generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *