August 22, 2026

Indonesia-RRT Siapkan Kelompok Kerja AI dan Transfer Teknologi

0
dXBsb2Fkcy8yMDI2LzgvMjIvNTY2NjBkNGMtN2QyOC00NDE0LWEzOWMtZTc0ZjQ3OWVhY2EwLnBuZw==

JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) akan membentuk Working Level Group untuk menindaklanjuti kerja sama di bidang komunikasi dan teknologi digital. Kelompok kerja tersebut akan membahas pengembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), transfer teknologi, serta keterlibatan industri kedua negara.

Pembentukan kelompok kerja menjadi salah satu hasil Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) Indonesia-RRT yang digelar di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026). Forum tersebut untuk pertama kalinya diselenggarakan dengan Indonesia sebagai tuan rumah.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengatakan, pembahasan teknis nantinya mempertemukan Kementerian Komunikasi dan Digital dengan lembaga terkait di RRT. Ekosistem industri kedua negara juga akan dilibatkan agar kerja sama dapat diarahkan pada program yang lebih konkret.

Sejumlah agenda yang dibahas meliputi pengembangan AI di Indonesia dan alih teknologi. Kedua negara turut menjajaki kerja sama pengolahan mineral kritis yang dapat digunakan sebagai bahan pendukung produksi microchip dan semikonduktor.

Menurut Angga, potensi tersebut menunjukkan bahwa kerja sama digital Indonesia-RRT dapat mencakup rantai teknologi yang luas, mulai dari penyediaan material, penguatan industri semikonduktor, hingga pengembangan dan pemanfaatan AI.

Dalam forum tersebut, Indonesia juga menyampaikan posisinya dalam tata kelola AI global. Indonesia telah bergabung dengan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama AI yang diinisiasi di Shanghai dan berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Keterlibatan itu dinilai membuka ruang bagi Indonesia untuk berperan dalam perumusan tata kelola AI dunia. Pemerintah membawa prinsip bahwa pengembangan AI harus memberikan manfaat bagi kemanusiaan dan memperkuat kerja sama antarnegara.

Angga menegaskan, seluruh bentuk kerja sama tetap harus berlandaskan kepentingan nasional serta memberikan manfaat yang seimbang bagi kedua negara. Pembahasan lanjutan dijadwalkan berlangsung di RRT pada awal 2027.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *