October 26, 2026

Kemkomdigi Tetapkan Empat Agenda Penguatan Kedaulatan Digital Usai Bali Tech Week 2026

0
dXBsb2Fkcy8yMDI2LzEwLzIyLzJhODBlOTYwLTRkMTUtNGE5My1iY2I1LTMwZDFjOTgyYTllZi5qcGVn

DENPASAR – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menetapkan empat agenda tindak lanjut Bali Tech Week 2026 untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Agenda tersebut meliputi pemetaan infrastruktur nasional, pengembangan percontohan adopsi teknologi, penguatan talenta dan inovasi, serta penyelarasan regulasi dan investasi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan bahwa keempat agenda itu akan menjadi dasar kerja bersama pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), industri, perguruan tinggi, dan komunitas teknologi. Berbagai pembahasan dalam forum diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah yang memiliki arah pelaksanaan jelas.

“Forum yang baik tidak hanya diukur dari ramainya diskusi ataupun dinamisnya perbincangan, melainkan dari apa yang akan kita kerjakan setelahnya,” ujar Nezar dalam Sovereign Tech Summit 2026 di Denpasar, Bali, Kamis (22/10/2026).

Langkah pertama adalah menyusun dokumen pemetaan infrastruktur dan teknologi digital nasional dalam 30 hari ke depan. Kemkomdigi bersama asosiasi industri akan merangkum hasil seluruh panel Bali Tech Week 2026 sebagai landasan penyusunan rencana aksi.

Pemetaan tersebut mencakup jaringan serat optik, kabel laut, hingga satelit. Dokumen ini diharapkan membantu pemangku kepentingan mengenali kebutuhan pengembangan, persoalan konektivitas, dan peluang mengoptimalkan infrastruktur yang sudah tersedia.

Agenda kedua berupa pengembangan inisiatif percontohan atau proof of concept. Melalui program ini, pemerintah dan industri akan bekerja sama dalam mengadopsi teknologi serta memanfaatkan infrastruktur digital dengan melibatkan BUMN, korporasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pelaksanaannya diarahkan memiliki pembagian tanggung jawab, target, serta jadwal yang jelas. Dengan demikian, pembangunan jaringan dan fasilitas teknologi dapat diikuti pemanfaatan yang menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat dan kegiatan ekonomi.

Agenda ketiga berfokus pada penguatan talenta dan inovasi kecerdasan artifisial (AI). Kolaborasi industri, lembaga riset perguruan tinggi, dan komunitas diperlukan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan serta memanfaatkan teknologi.

Sementara itu, agenda keempat mencakup penyelarasan kebijakan dan investasi. Kemkomdigi akan meninjau regulasi agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO).

Nezar menegaskan bahwa kedaulatan digital juga mencakup kendali terhadap jaringan data, pusat data, kapasitas komputasi AI, serta talenta yang membangun dan mengamankan ekosistemnya. Indonesia tetap terbuka terhadap kerja sama internasional dengan tetap menjaga kepentingan strategis nasional.

Keempat agenda tersebut sejalan dengan tiga pilar Bali Tech Week 2026, yakni Sovereign Digital Infrastructure, Sovereign Intelligence and Impact, serta Sovereign Trust and Risk Alliance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *