Pasar Rakyat Masuk Kawasan Perumahan, Pemkot Bekasi Bidik 1001 Titik Pertumbuhan Ekonomi
KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mendorong pengembangan pasar rakyat berbasis kawasan perumahan untuk memperluas ruang usaha pelaku UMKM sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di lingkungan masyarakat.
Konsep tersebut mulai diterapkan melalui Piloting 1001 Pasar Rakyat × Car Free Day Koperasi Savira di kawasan Vida Bekasi, Minggu (4/10/2026). Kegiatan ditinjau Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar bersama Wali Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi menilai kawasan perumahan memiliki potensi lebih luas daripada sekadar fungsi hunian. Kawasan permukiman dapat dikembangkan menjadi ruang interaksi masyarakat yang mempertemukan UMKM, koperasi, konsumen, serta berbagai aktivitas ekonomi.
Menurutnya, konsep tersebut relevan dengan karakter Kota Bekasi yang memiliki banyak kawasan perumahan dan sekitar 350 ribu pelaku UMKM. Dari jumlah tersebut, sekitar 165 ribu telah mengantongi perizinan melalui Mal Pelayanan Publik.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penambahan ruang pemasaran yang mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara langsung. Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan pembenahan Pasar Baru Bekasi sebagai pusat perdagangan UMKM serta program Gebrak Pasar untuk meningkatkan transaksi pedagang.
Pengembangan model pasar rakyat juga diharapkan meluas ke kawasan lain. Selain Car Free Day Ahmad Yani, Vida, dan Harapan Indah, kawasan Galaxy, Lagoon, hingga Summarecon dinilai memiliki peluang membangun ekosistem serupa.
Abdul Muhaimin Iskandar menyebut Vida Bekasi dapat menjadi model yang diduplikasi daerah lain untuk mendukung pengembangan ekonomi kecil dan menengah.
Kolaborasi pemerintah, pengelola kawasan, koperasi, UMKM, dan masyarakat tersebut diharapkan menghasilkan semakin banyak pusat ekonomi baru yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal warga.
